"Tanggal 2 Januari saya ke Puskesmas Pangkalbalam, dilakukan tes swab PCR. Selama menunggu hasilnya keluar saya diminta untuk isolasi mandiri di rumah," ucapnya.
Namun, setelah seminggu menunggu hasil swab tak kunjung keluar. Sementara pemantauan oleh pihak puskesmas hanya dilakukan secara online via WhatsApp dan tak sekalipun petugas datang untuk sekedar melihat kondisinya, saat melakukan isolasi mandiri.
Harry mengaku, kondisinya sempat drop saat isolasi mandiri itu. Namun perlahan suntikan dan obat yang diperolehnya dari dokter membuat kondisinya mulai membaik, hingga pada 9 Januari ia benar-benar sehat.
"Saya penasaran apakah hasil tes PCR dari puskesmas itu negatif atau positif, datanglah saya ke rumah sakit Siloam untuk tes antigen dan hasilnya negatif," ujarnya.
Kendati begitu, katanya, ia tetap melakukan isolasi mandiri sembari menunggu hasil tes swab PCR puskesmas keluar. Selain itu dia juga melakukan aktifitas olahraga kecil untuk mengembalikan imun tubuh agar tetap terjaga.