"Sejak kenaikan, penjualan agak sedikit berkurang karena orang masih beradaptasi dengan harga baru. Per hari kami biasanya bisa empat lima mobil sih jalan, sekarang paling empat. Dalam satu mobil ada 270 tabung yang ukuran 12 kilogram," tuturnya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (DKUP) Bangka Barat, Aidi mengatakan kenaikan harga gas elpiji ini bersifat nasional.
"Kenaikan ini kita mengikuti keputusan dari pemerintah pusat dalam hal ini Pertamina yang sudah mengatur dan menetapkan harga. Jadi, sampai ke agen-agennya sudah diatur,” kata Aidi.
Aidi menjelaskan kendati mengalami kenaikan harga, ketersediaan stok gas elpiji subsidi dan nonsubsidi di Bangka Barat aman.
"Kalau ketersediaan stok gas elpiji subsidi maupun yang nonsubsidi, alhamdulillah kita masih mudah dan cukup untuk kebutuhan masyarakat," tuturnya.