"Program ini memberdayakan masyarakat setempat, dengan harapan mangrove yang ditanam terjaga dengan baik sekaligus dapat meningkatkan pendapatan warga," katanya.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Marwan menuturkan, untuk kawasan Pantai Batu Beriga ditanam mangrove seluas 50 hektare, nantinya dikelola oleh dua kelompok tani yaitu Kelompok Tani Cinta Lingkungan dan Kelompok Tani Peduli Hutan.
Menurutnya, program padat karya ini merupakan upaya yang dibayar kepada anggota kelompok tani mengunakan dana pemerintah pusat melalui BPDASHL, yang dibayar ke rekening anggota masing-masing dan masuk dalam kelompok tani.
"Kami tekankan kepada kelompok tani yang mengolah mangrove agar tanaman yang ditanam ini dijaga dengan baik, sehingga mangrove tersebut tumbuh subur sesuai yang diinginkan," ujarnya.
Salah seorang warga setempat, Amad, ketika dikonfirmasi media menilai, program padat karya ini sangat membantu masyarakat, karena saat ini warga kesulitan ekonomi akibat Covid-19.
"Kami senang program ini, kami bisa bekerja dan dapat uang. Kami sekarang kesulitan ekonomi akibat Covid-19," katanya.