Sedangkan angka kematian akibat penyakit DBD di Kabupaten Bangka sebanyak empat orang.
“Mereka masing-masing berasal dari Puding Besar, Kecamatan Riau Silip, Belinyu dan Kecamatan Sungailiat," ucapnya.
Jumlah kasus DBD tahun 2022 di Kabupaten Bangka mengalami peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Tahun 2020 sebanyak 119 kasus dan tahun 2021 sebanyak 149 kasus.
Dia menjelaskan di saat intensitas hujan yang terus menerus, memberikan dampak positif terhadap berkurangnya breading place (tempat perindukan) nyamuk. Sebab, akan terbawa arus air hujan yang bergerak dari dataran tinggi ke dataran rendah.
“Begitu pula sebaliknya jika curah hujan yang bersifat sporadis justru menguntungkan bagi breading place nyamuk untuk berkembang biak dari telur hingga fufa (jentik dewasa),” katanya.