Dia juga meminta peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk mencegah dan menekan angka kasus penyakit tersebut.
"Peran TPPS sangat penting dalam melakukan pencegahan dini dan tim ini merupakan kerja lintas sektoral dalam rangka penanganan stunting," ucapnya.
Dia menuturkan tugas awal tim tersebut mengidentifikasi dan menginventarisasi wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kasus stunting pada 2022 turun menjadi 2 persen dari sebelumnya mencapai 3,3 persen dan pada 2023 terus ditekan minimal angkanya tidak bertambah,” tuturnya.
Menurut dia upaya yang dilakukan termasuk sosialisasi sebelum menikah hingga pasangan tersebut memiliki anak yang terus dipantau perkembangannya.