Sementara, untuk mendapat lidi nipah berkualitas ekspor, petani harus mencarinya jauh dari muara sungai.
"Biasanya kalau lebih jauh dari laut, lidi nipahnya lebih panjang. Sebab, untuk ekspor mereka mau yang ukuran lebih dari satu meter," kata pencari lidi nipah, Budiman, Rabu (16/12/2020).
Secara gotong royong, lidih nipah yang didapat kemudian dibawa ke perkampungan untuk dibersihkan. Selanjutnya, lidi nipah dijemur di bawah terik matahari hingga kering, sebelum dijual ke pengepul.
"Tergantung cuaca, kadang sehari bisa dapat 20 kilo, kadang lebih kadang kurang. Kami jual ke pengepul awalnya Rp4.700, sekarang naik Rp5.000," ujar Budiman.
Budiman adalah salah satu warga di Desa Kota Kapur yang beralih profesi menjadi pencari lidi nipah, setelah perekonomian keluarganya terdampak pandemi Covid-19.