Dea Arranoya kemudian menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui surat tertanggal 22 Juli 2026 yang ditandatangani di Banda Aceh. Dia mengakui unggahan yang menjadi sorotan publik merupakan tindakan tidak bijak dalam menggunakan media sosial.
Dea mengaku telah menghapus konten yang menjadi polemik dari akun media sosialnya. Dia juga berjanji melakukan introspeksi dan lebih berhati-hati dalam membagikan aktivitas pribadinya kepada publik.
Setelah itu, Nevirizal mengajukan pengunduran diri terhitung sejak Kamis (23/7/2026). Surat tersebut telah diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues H Maliki di Blangkejeren karena bupati sedang menjalankan tugas di luar daerah.
“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” tulis Nevirizal.
Dia menyatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus untuk menjaga integritas dan nama baik lembaga tempatnya bekerja.
Nevirizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, dan seluruh masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh unggahan anggota keluarganya.