"Di situ (dalam unggahan di medsos) saya sebagai warga Kota Banda Aceh, tidak terkait profesi dan instansi manapun. (Dalam unggahan) saya menyampaikan kekecewaan terhadap hak yang belum diberikan oleh Pemko Banda Aceh," kata Bahrul Anwar, Selasa (12/4/2022).
Setelah unggahan di medsos viral, ujar Bahrul, pukul 17.00 WIB pada 1 April 2022, dirinya dipanggil oleh manajemen umah sakit untuk meluruskan tentang postingan tersebut. Kemudian, manajemen rumah sakit kembali menggelar rapat pada 5 April 2022.
"Saya mendapatkan panggilan pertama pada 1 April. Saya klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf. Panggilan kedua pada 5 April 2022. Saat itu pula (5 April 2022), saya mendapatkan surat pemecatan atau pemberhentian dengan tidak hormat," ujar Bahrul Anam.
Dokter muda ini masih berharap surat pemecatan atas dirinya dicabut kembali. Bahrul Anam masih ingin mengabdikan diri di rumah sakit milik Pemko Banda Aceh tersebut. "Jika memungkinkan, surat pemecatan ini dapat ditarik kembali. Harapan saya seperti itu," tuturnya.