Sebagian pengungsi menempati tenda-tenda darurat. Ada juga warga yang mengungsi di tempat ibadah serta memanfaatkan fasilitas umum sebagai lokasi sementara.
Kondisi di lapangan juga masih menyisakan persoalan akses. Sejumlah jalan permukiman dilaporkan masih sulit difungsikan karena tertimbun lumpur dan terdapat genangan air sisa material banjir. Situasi ini membuat beberapa wilayah menjadi terisolir dan memerlukan penanganan lanjutan.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menjelaskan, keputusan perpanjangan diambil setelah mempertimbangkan data dan kondisi pengungsi yang masih tinggi.
"Hasil dari seluruh permasalahan yang kita himpun dan data serta masih banyaknya pengungsi, dengan berbagai alasan dan pertimbangan sehingga kita forkopimda memutuskan dan menyimpulkan untuk memperpanjang masa tanggap darurat kelima kalinya selama 14 hari ke depan," ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Dia berharap, masa perpanjangan ini dapat dimaksimalkan untuk mempercepat pemulihan, termasuk membuka kembali akses jalan yang masih terisolasi.