Menelusuri Pulau Rubiah Sabang, Saksi Bisu Perjalanan Haji Tertua di Indonesia

Nur Ichsan Yuniarto
Prasasti tempat karantina jemaah haji pertama di Indonesia yang berada di Pulau Rubiah, Sabang, Aceh. (Foto: Dok/Kemenag)

“Karantina haji ini dibangun oleh penjajah Belanda sekitar tahun 1920 untuk mendukung proses keberangkatan jemaah calon haji dari embarkasi Sabang yang masih menggunakan kapal laut." ujarnya.

Dia menjelaskan, Pulau Rubiah sebenarnya hanya lokasi Karantina Haji di masa itu. Setelah jemaah haji tiba kembali di Tanah Air, mereka dikarantina kan sementara waktu sekitar 40 hari. “Setelah dianggap sehat barulah mereka dipulangkan kembali ke kampung masing-masing," ucap Murdani.

Dia menerangkan, tujuan karantina ini untuk mencegah penularan penyakit berbahaya yang mungkin saja dibawa oleh jemaah yang baru pulang dari menunaikan ibadah haji. 

Lamanya waktu karantina dikarenakan pada masa itu belum ditemukan vaksin untuk mencegah terjangkitnya kuman pembawa penyakit menular seperti sekarang.

“Proses perjalanan jemaah calon haji dimasa itu dimulai dari embarkasi yang berlokasi di Gampong Kuta Timu. Masyarakat Sabang menyebutnya dengan Kampoeng Haji," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPRD Minta Pemda DIY Lebih Peduli Tempat Bersejarah

57 tahun lalu

250 Cagar Budaya Terinventarisasi di KBB, Paling Dominan Berupa Situs

57 tahun lalu

Mengenal Pulau Rubiah, Surga Snorkeling yang Dahulu Tempat Karantina Jemaah Haji

57 tahun lalu

Heboh, Kutang dan Celana Dalam Berserakan di Situs Nagara Padang Bandung

57 tahun lalu

Kisah Penjual Ikan asal Brebes Berangkat Haji Plus setelah Menabung Puluhan Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal