Saat penggrebekan, AKP Silaen langsung mendobrak pintu rumah pelaku. Sedangkan anggotanya berada di belakangnya.
Pelaku yang sudah menunggu di dalam rumah, langsung menombak AKP Silaen. Kanit Resmob yang tidak menduga mendapatkan serangan tersebut, tidak dapat mengelak lagi. Akibatnya, korban mengalami luka tusukan dibagian kiri.
"Saat itu dia mengenakan rompi antipeluru, tapi ditusuknya di perut kiri dengan menggunakan tombak ikan," kata Kaswandi.
Melihat komandannya terluka, anggota yang sigap berada dibelakangnya langsung mengambil tindakan tegas dengan menembak DPO antarkota dan kabupaten ini.
Pelaku akhirnya roboh, usai tiga proyektil peluru bersarang di dadanya. Tak pelak, Taufik Galing roboh meregang nyawa seketika di rumahnya.