Mus mengatakan, warga tetap memanfaatkan jembatan yang sudah tidak layak untuk dilalui itu karena tidak ada akses lain. Pada musim air pasang, nelayan melintasi akses jembatan untuk menuju laut pada pukul 02.00 WIB dini hari.
Mus menyebutkan, seorang nelayan mengendarai motor membawa hasil laut pernah terjatuh karena jembatan tak kuat menahan beban. Alhasil nelayan bersama motor dan hasil tangkapannya tercebur ke sungai.
"Bahkan sudah beberapa kali orang jatuh ke sungai saat melewati jembatan rusak ini. Jembatan ini bahkan sudah berapa kali diperbaiki secara swadaya olah masyarakat nelayan supaya mereka nyaman untuk melewatinya, tapi kita tak bisa lagi perbaiki karena sudah terlalu parah rusaknya," tuturnya.