Hukum bacaan disebut Mad Silah Qasirah apabila ada Ha’ Dhamir ( ﻪ , ه ) yang berada sesudah huruf yang berharakat, kecuali huruf mati atau sukun dan tidak pula dihubungkan dengan huruf berikutnya, seperti bacaan tasydid atau huruf mati atau sukun.
Huruf Ha' Dhamir yang dimaksud merupakan kata ganti untuk ‘dia’ (1 orang laki-laki). Biasanya, terletak sesudah kata dan tidak mungkin di awal kata.
Melansir dari Khudzilkitab, Ha Dhamir terdiri dari dua harakat. Ada yang berharakat dhammah dan ada pula yang berharakat kasrah. Semua Ha’ Dhamir dibaca dhammah kecuali jika sebelumnya ada Ya' sukun dan harakat kasrah (maka ha' dhamir berharakat kasrah).
Cara membaca Mad Shilah Sugra (Qashirah) yaitu dibaca dengan panjang 1 alif atau 2 harakat / ketukan, seperti panjang Mad Thobi’i. Hal itu berbeda dengan Mad Shilah Kubra yang dibaca lebih panjang yakni sampai sampai 5 harakat atau 2 ½ alif.
1. Surat Al Lahab Ayat 2:
مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ
Latin: Maa aghnaa 'anhu maaluhuu wamaa kasab
Penjelasan: Huruf ‘ha dhamir’ pada bacaan Maaluhuu yang tidak diikuti dengan hamzah dibaca panjang 2 harakat atau satu alif.