Saat terjadi ketegangan, massa mahasiswa melemparkan batu ke arah polisi dan Satpol PP. Petugas kemudian menyemprotkan air melalui armada water canon ke arah para pendemo. Massa pun kembali mengamuk dengan serangkaian lemparan batu besar yang telah disiapkannya diarahkan ke petugas. Polisi pun mencoba membubarkan massa dengan cara melepaskan gas air mata
“Pada waktu itu, massa melempar terus dengan batu. Anggota kami berbaju preman pun melakukan pengejaran. Namun sangat disayangkan, sejumlah papan bunga di pingir jalan dibakar mereka. Mereka juga merusak mobil dinas Polresta Banda Aceh dan Satbrimobda Polda Aceh,” katanya.
Dari aksi tersebut, lima polisi luka-luka di bagian wajah, kaki dan tangan hingga berdarah akibat terkena lemparan batu.
"Anggota terluka saat ini dalam perawatan medis," katanya.
Kemudian, para massa mahasiswa turut membakar enam papan bunga dan merusak 28 papan bunga lainnya milik forum Florist.
"Selain merusak fasilitas negara dan fasilitas umum, mereka juga merusak dan membakar barang milik orang lain dalam aksi tersebut," ucapnya.