Berdasarkan data terbaru per 6 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, tercatat 1.666 titik kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak. Diana menegaskan, angka ini masih bisa bertambah seiring akses yang mulai terbuka dan pendataan lapangan yang terus berjalan.
"Aceh, ini sebanyak 477 titik kerusakan, didominasi oleh banjir tanggul kritis 143, longsor 46, dan banjir tanggul jebol ada 36," ucapnya.
Untuk Sumut, kerusakan jalan nasional akibat bencana Sumatera dan jaringan daerah tercermin dari ratusan titik yang terdampak bencana. Kondisi tersebut memperlihatkan skala gangguan konektivitas yang cukup serius.
"Sedangkan di Sumut, memiliki 275 titik kerusakan, didominasi didominasi longsor 113, jalan tergenang 17, dan juga jalan putus ada 13," kata Diana.
Sementara itu, Sumbar menjadi provinsi dengan jumlah titik kerusakan terbanyak, mencapai 914 lokasi. Kerusakan didominasi oleh longsor, banjir serta jembatan yang tergerus aliran air.