Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ahmad Dadek mengatakan, banjir melanda 29 desa di tujuh kecamatan itu meliputi empat desa di Kecamatan Trumon Tengah, tiga desa di Kecamatan Kota Bahagia, dan dua desa di Kecamatan Kluet Tengah. Kemudian, tujuh desa di Kecamatan Pasie Raja, tujuh desa di Kecamatan Tapaktuan, dua desa di Kecamatan Kluet Timur, dan empat desa di Kecamatan Kluet Utara.
Selain itu, terjadi longsor di tiga titik yakni, Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, serta Gampong Lawe Sawah, dan Gampong Buloh Didi, Kecamatan Kluet Timur.“Jumlah pengungsi sementara di Gampong Tengoh, Kecamatan Trumon Tengah sebanyak 6 kepala keluarga (KK). Mereka mengungsi di Balai Serba Guna.
“Pengungsian juga terjadi di Desa Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, sebanyak 6 KK atau 17 jiwa. Ada juga yang mengungsi di Pos Damkar 01. Banjir di kawasan setempat merendam rumah penduduk dengan ketinggian air 50 cm-2 meter,” kata Ahmad Dadek.
“BPBD Aceh Selatan sudah mengerahkan tim reaksi cepat ke lokasi banjir untuk membantu evakuasi masyarakat, memantau perkembangan debit air banjir, dan berupaya membersihkan material longsor dari badan jalan,” paparnya.
Selain di Kabupaten Aceh Selatan, banjir dan longsor juga sebelumnya melanda 17 gampong dan desa di delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil akibat diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. Hingga Sabtu (13/10/2018), korban tercatat sebanyak 3.442 jiwa atau 772 kepala keluarga (KK).