“Intinya bersihkan hati, bersihkan jiwa baru hidayah itu datang. Jangan lalai dengan masa muda karena kita enggak tahu kapan ajal itu akan menjemput,” ujar Farah.
Usai pulang haji, Farah mengaku akan melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah, Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Aceh Iqbal mengatakan, Farah berangkat bersama jemaah kloter IV dari Aceh Utara 208, Lhokseumawe 130 orang dan Aceh Tamiang 49 orang serta 4 orang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga 2 Pemandu Haji Daerah (PHD).
“Iya (Farah) memang sudah terdaftar dari awal sebagai jemaah, bukan jemaah cadangan atau pengganti,” kata Iqbal.
Sementara untuk jamaah haji tertua Embarkasi Aceh, kata Iqbal, berasal dari Kabupaten Aceh Barat yang bernama Cut Endek Teuku Budiman Binti Muhammad Amin B berusia 65 tahun. Perempuan ini akan berangkat dalam kloter V pada 19 Juni mendatang.
“Karena tahun ini ada pembatasan usia 65 tahun ke bawah, maka yang paling tua ini, artinya yang paling tua di antara yang tua-tua,” ujar Iqbal.