Asisten II Pemkab Aceh Utara, Risawan Bentara mengatakan, banjir yang sebelumnya merendam 9 kecamatan, kini meluas ke-11 kecamatan. “Pemerintah daerah akan menggelar rapat untuk menentukan status darurat bencana,” katanya.
Soal penanganan bencana banjir langganan setiap tahun, Risawan berdalih soal tanggap mencegah banjir Aceh Utara, aliran sungai kewenangan provinsi.
Kapolsek Lhoksukon, Iptu Samsul mengatakan, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Krueng Peutoe menyebabkan kantor polsek sejak pagi terendam.
“Kami telah memindahkan barang-barang invetaris kantor agar tidak terendam air,” ucapnya.
Banjir yang sudah terjadi sejak 31 Desember 202 lalu itu memaksa sebagian warga yang rumahnya terendam mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan tempat ibadah.