Hadis ini diriwayatkan oleh Tammam (18/172) dan juga dinilai dhaif oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dha’ifah (653).
Meskipun kedua hadis di atas lemah, bukan berarti tidur saat berpuasa tidak memiliki nilai sama sekali. Tidur dapat bernilai ibadah jika diniatkan untuk menjaga kesehatan tubuh agar lebih kuat melaksanakan ibadah lainnya, seperti salat, membaca Al-Qur'an, atau berdzikir.
Namun, tidur yang dilakukan secara berlebihan atau karena malas justru dapat mengurangi pahala puasa. Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah untuk memperbanyak amal kebaikan.
Oleh karena itu, meskipun tidur dapat membantu mengembalikan energi, sebaiknya kita tetap memprioritaskan aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah. Gunakan waktu dengan bijak untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih pahala maksimal selama bulan suci ini.
Apakah tidur saat puasa dapat pahala? Berdasarkan penjelasan di atas. pada akhirnya, tidur saat berpuasa memang bisa bernilai ibadah jika disertai niat yang benar, meskipun hadis-hadis yang sering dikaitkan dengan hal ini berstatus dhaif. Namun, jangan sampai tidur menjadi alasan untuk bermalas-malasan dan melalaikan kewajiban lainnya.