“Ini bentuk kepedulian yang harus kita hadirkan, bukan hanya dalam wacana, tetapi dalam kontribusi nyata,” katanya.
Asep mengungkapkan UIN Jakarta telah mengirim relawan mahasiswa ke wilayah terdampak di Sumatra Barat. Relawan berasal dari Ramita, Arkadia, PNI, dan sejumlah UKM kampus.
UIN Jakarta juga menyiapkan tambahan relawan dari Pramuka dan Menwa. Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.
Rektor menggambarkan beratnya kondisi di lapangan, termasuk akses yang terputus. Dia menegaskan kebutuhan dasar seperti pakaian anak, ibu, dan bayi masih sangat mendesak.
“Mereka kehilangan rumah, pakaian, bahkan tempat memasak. Donasi kita sangat berarti,” katanya.
Di akhir kegiatan, Aksi Peduli Sumatra ditegaskan sebagai ruang edukasi sosial bagi mahasiswa. Ilmu, empati, dan kepedulian diharapkan berjalan beriringan demi kemanusiaan dan kebangsaan.