ACEH SINGKIL, iNews.id – Delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, dilanda banjir dan longsor akibat diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. Hingga Sabtu (13/10/2018), korban tercatat sebanyak 3.442 jiwa atau 772 kepala keluarga (KK).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Banda Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek memaparkan, korban terdampak banjir dan longsor tersebut tersebar di 17 gampong atau desa di delapan kecamatan. Dari hasil pendataan, jumlah korban bertambah dari Jumat (12/10/2018) sebanyak 354 KK.
“Jumlah korban diperoleh setelah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan pendataan para korban terdampak di beberapa wilayah terparah mengalami genangan air,” kata Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh.
Dari ke-17 gampong di delapan kecamatan, lima gampong di antaranya berada di Gunung Meriah, yakni Rimo, Penjahitan, Cingkam, Sianjo-Anjo Meriah, dan Tanah Merah dengan total 1.483 jiwa atau 354 KK terdampak. Sementara enam gampong di Simpang Kanan, terdiri atas Ujung Limus, Lae Riman, Tanjung Mas, Cibubukun, Silatong, dan Serasah, dengan total korban terdampak 1.716 jiwa atau 363 KK.
Banjir juga melanda Kecamatan Singkil Utara di Gampong Ketapang Indah, dengan jumlah korban 11 KK. Selain itu di di Gampong Bulusema, Kecamatan Suro, Kecamatan Singkohor, dan Kecamatan Kota Baharu. “Ada empat gampong lagi, yakni Pea Bumbung, Ujung Bawang, dan Teluk Rumbia di Singkil. Gampong Situbuh-tubuh di Danau Paris dan semuanya masih dalam pendataan. Umumnya banjir merendam ratusan rumah penduduk,” paparnya.