Sebelumnya, tari Saman adalah sebuah permainan dengan nama Pok Ane yang kerap dimainkan oleh suku Gayo. Namun saat Islam masuk ke Aceh, Pok Ane menjadi tari Saman.
Di dalamnya juga terdapat syair yang berisi pujian kepada Allah SWT. Dalam perkembangannya, tarian ini banyak digunakan untuk menyambut tamu kehormatan oleh orang Aceh.
Tari Rabbani Wahed berasal dari Kabupaten Bireuen, Aceh. Gerakan tarian ini merupakan modifikasi dari tari Meugrob yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.
Selain gerakannya yang dimodifikasi oleh T Muhammad Daud Gede pada 1990-an, syairnya juga dijadikan sarana memuji Allah SWT. Dalam praktiknya, tarian ini banyak dipertontonkan saat malam Idul Fitri dan penyambutan mempelai pria pada acara pernikahan.
Tari Zapin saat ini banyak dipertontonkan saat hari raya Islam hingga acara pernikahan. Tarian ini biasanya diiringi lantunan musik dari gambus, rebana, dan gendang.