Warga langsung berusaha menyelamatkan diri karena panik melihat banjir. Namun, mereka tidak sempat menyelamatkan harta bendanya yang diseret arus banjir.
“Kejadiannya tiba-tiba, banjir datang dari atas dan menerjang rumah kami. Kami memang sempat menyelamatkan diri, tapi rumah dan harta benda hancur semua. Surat-surat berharga rusak, hilang,” kata Supriadi.
Hingga saat ini, permukiman warga masih porak-poranda. Material yang dibawa banjir tampak memenuhi rumah warga. Banjir bandang menyisakan endapan lumpur setinggi 30 sentimeter (cm). Warga tampak bingung karena kondisi rumahnya memprihatinkan dan dipenuhi lumpur.
Korban banjir bandang juga belum menerima bantuan pascabanjir bandang. Mereka berharap pemerintah daerah segera mendirikan posko pengungsian di sekitar lokasi banjir dan mendapat bantuan. ”Kami sementara mengungsi ke rumah tetangga menunggu ada bantuan dari pemerintah. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga masih mengevakuasi warga korban banjir dan mendata rumah-rumah yang terdampak.