PO NPM didirikan sejak zaman penjajahan Belanda, tepatnya pada 1937 oleh Bahauddin Sutan Barbangsi Nan Kuniang. Saat in,i PO bus yang bermarkas di Kota Padang Panjang, Sumbar tersebut dikelola generasi ketiga yakni Angga Vircansa Chairul. Dia memilih meneruskan usaha keluarga setelah ayahnya meninggal.
Menurut Angga, pada zaman dulu tidak ada kendaraan, melainkan dokar sebagai sarana transportasi. Hingga akhirnya sang kakek menghadirkan bus sebagai angkutan modern.
Setelah kakeknya meninggal dunia pada 1970-an, ayahnya diminta keluarga untuk meneruskan usaha tersebut. Saat itu, Ayah Angga yang merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara, baru lulus dari SMA dan mau kuliah. Namun, pihak keluarga meminta Ayah Anggalangsung meneruskan usaha keluarga tersebut.
Kemudian, sang Ayah meninggal dunia pada 2006 lalu saat perjalanan dari Jakarta menuju Australia. Kala itu, Angga masih kuliah di Australia dan selesai di 2007. Sempat bekerja di bank, Angga akhirnya kembali ke Padang Panjang meneruskan PO NPM.
2. PO Transport Express
PO kedua yang bertahan hingga generasi ketiga yaitu PO Transport Express. PO yang satu ini merupakan salah satu transportasi andalan bagi masyarakat Minang yang ingin merantau ke Jakarta. Bahkan, PO yang berpusat di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat ini, bisa dibilang PO yang cukup legendaris.