Perang Harga Ditabuh di GIIAS 2025 hingga APM Menjerit, Tanggapan Gaikindo Mengejutkan

Muhamad Fadli Ramadan
Gelombang perang harga mulai mengguncang industri otomotif Indonesia terlihat dalam pameran GIIAS 2025. (Foto: iNews.id)

Kukuh menilai bahwa kompetisi harga yang tengah berlangsung masih dalam batas wajar. Selama itu tetap sehat dan didukung oleh riset teknologi, justru konsumen yang paling diuntungkan.

"Sejauh itu normal, why not, gitu kan. Ini menguntungkan masyarakat, dan kemudian kalau itu teknologinya juga dibawa ke sini, kita juga dapat. Tapi perlu dicatat ya, bahwa perkembangan persaingan seperti itu enggak akan jalan tanpa adanya R&D," ujar Kukuh.

Di lapangan, kondisi ini memicu respon cepat dari para pemain industri. Misalnya, BYD mengguncang pasar lewat peluncuran Atto 1 seharga mulai Rp195 juta, yang langsung membuat pabrikan lain meracik strategi balasan. Bahkan, Wuling dikabarkan memberikan diskon puluhan juta rupiah untuk lini Air ev dan BinguoEV demi mempertahankan daya saing.

Perang harga telah dimulai—dan bagi konsumen Indonesia, ini adalah awal dari era mobil murah berteknologi tinggi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Diramaikan Lebih dari 60 Merek, Ini Deretan Mobil dan Motor yang Akan Unjuk Gigi di GIIAS 2026

57 tahun lalu

BAIC Boyong Mobil Hybrid BJ30 di GIIAS Makassar 2025

57 tahun lalu

Bantah Perang Harga, Ini Alasan Jaecoo Jual Mobil Listrik J5 EV Seharga Rp200 Jutaan

57 tahun lalu

Harga Jual Lebih Stabil, Mobil ICE dan Hybrid Masih Jadi Pilihan di Tengah Tren EV

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal