Kemudian, H Saleh Budiman memutuskan membuka PO bus dengan nama Budiman yang menggunakan nama belakangnya. Awalnya, usaha tersebut dirintis dengan empat armada bus menggunakan sasis Mercedes-Benz OF 1113 bermesin depan.
Berkat komitmen dan kerja kerasnya, PO Budiman semakin berkembang dan menjadi salah satu perusahaan otobus terbesar di Pulau Jawa. Namun, H Saleh Budiman tak pernah lupa dari mana asalnya sehingga membuatnya tetap tampil sederhana dan kerap berbagi.
PO Haryanto
Membicarakan PO bus yang dikenal dermawan pastinya tak lepas dari PO Haryanto yang didirikan Haji Haryanto pada 2002. Haji Haryanto merasa apa yang didapatkan hanyalah titipan dan terdapat hak orang lain di dalamnya.
Salah satu sifat kedermawanan H Haryanto diperlihatkan dengan sering berbagi kepada kru busnya. Dia bahkan memberikan hadiah berupa mobil, rumah, dan juga umrah hingga Haji bagi mereka yang rajin menjalankan ibadah.
“Hasil yang saya dapatkan buat anak-anak yatim. Saya punya rumah makan yang tak saya ambil hasilnya karena untuk anak-anak yatim. Karyawan diberangkatin umrah, dan Haji bagi yang hafal Alquran,” kata H Haryanto dikutip dari kanal YouTube Mas Wahid.
PO Haryanto juga menggratiskan bus saat tahu akan disewa untuk anak yatim piatu. H Haryanto bercita-cita membangun banyak masjid.
Tak hanya itu, dia juga peduli dengam masyarakat sekitar, hingga membangunkan rumah untuk warga kurang mampu.