"Kendaraan bus itu banyak yang tidak terawat, parameter mereka selama ini hanya pada jalan yang lurus-lurus saja sehingga tidak tampak adanya kelemahan di sektor rem atau mesin," kata Sony saat dihubungi melalui pesan singkat.
Menurut Sony, kelemahan baru terlihat ketika bus berada pada jalur dengan tanjakan dan turunan tajam. Sebab, banyak kecelakaan yang melibatkan bus terjadi pada kondisi jalan tersebut, khususnya saat melalui turunan tajam karena rem blong.
"Nah ketika masuk ke jalan yang ekstrem, berliku, naik turun, di situlah kelemahan tersebut muncul. Sayangnya, diketahui bersamaan dengan adanya korban cedera atau bahkan sampai hilang nyawa alias kecelakaan," ujarnya, dengan nada kesal.
Selain memastikan kondisi bus terawat, lanjut dia, pengemudi juga disarankan menghapal kondisi jalan. Apabila tidak mengetahui, maka diwajibkan melalui jalan utama agar tidak terjadi kecelakaan.
"Ini pelajaran untuk para pengemudi bus karena sudah sering kecelakaan. Jadi pilih-pilih medan yang sesuai aturan, dimensi, kemampuan, dan tingkat risiko terkecil. Jangan main asal trabas sekali pun secara jarak lebih dekat," ujarnya.