Usai menikah pada 1982, kebutuhannya meningkat membuat Haji Haryanto memutuskan membeli angkot yang dikendarainya sendiri. Pada 1987, usahanya berkembang hingga memiliki beberapa unit angkutan kota.
Ketika krisis moneter pada 1998, Haji Haryanto memutuskan membeli bus setelah menjual sejumlah angkot miliknya. Saat itu, PO Haryanto mulai berdiri dengan trayek awal Cikarang-Tangerang dengan menggunakan lima bus.
Karier militer Haji Haryanto berakhir pada 2000 Dia memutuskan pensiun dini dengan pangkat terakhirnya Kopral Kepala. Keputusan itu diambil karena ingin fokus mengembangkan usahanya di bidang transportasi darat.
Kabar terbaru, kini H Haryanto memiliki 220 unit bus AKAP dan 100-an mobil pariwisata (total 300 unit lebih).
2. Gusti Terkelin Soerbakti
Sebagian besar orang belum familiar dengan nama tersebut yang merupakan mantan Korps Zeni Angkatan Darat. Dia adalah pemilik sekaligus pendiri dari PO Lorena yang saat ini dipimpin oleh putrinya, Eka Sari Lorena Soerbakti.
Soerbakti mengikuti taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1959, dan adik kelas dari Try Sutrisno dan Pierre Tendean. Dirinya lulus sebagai Perwira Zeni pada 1962 di Akademi Militer Jurusan Teknik sebagai angkatan ketujuh dan dinas sebagai dua letnan zeni dengan NRP 19124 pada 1963.