Selain itu, fasilitas pabrik juga didukung oleh transfer teknologi yang berkelanjutan dari jaringan global QJMotor. Dengan dukungan tersebut, pabrik dirancang mampu memenuhi standar manufaktur internasional sekaligus adaptif terhadap kebutuhan pasar Indonesia.
Komitmen investasi jangka panjang juga diwujudkan melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Perusahaan juga menyiapkan program pengembangan kompetensi SDM di sektor otomotif melalui strategi transfer knowledge antara pusat QJMotor di China dan talenta lokal di Indonesia.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty menyoroti pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam proses manufaktur. Penerapan standar ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas produk sekaligus memberikan perlindungan bagi konsumen.
“Standar seperti SNI bukan hanya regulasi, tetapi merupakan instrumen penting untuk menjaga kualitas industri nasional agar mampu meningkatkan kualitas industri dalam negeri,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Bintang menyatakan QJMotor Indonesia siap mengikuti arahan pemerintah terkait standar produksi. Perusahaan berkomitmen memastikan seluruh proses manufaktur memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan SNI.
"Kemenperin selaku salah satu regulator perindustrian Indonesia akan mengawal pertumbuhan dan perkembangan pihak industri di Indonesia agar nantinya tumbuh sesuai dengan harapan Pemerintah Indonesia, termasuk penerapan TKDN dan SNI,” kata Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian Setia Diarta.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan posisi QJMotor Indonesia sebagai salah satu basis strategis pengembangan industri sepeda motor di kawasan Asia Tenggara. Dengan dukungan pemerintah serta sinergi lintas sektor, perusahaan optimistis dapat mempercepat realisasi investasi sekaligus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.