“Saya nganterin anak sekolah, Pak,” kata pengendara mobil LCGC yang melawan arah dengan nada cukup tinggi.
“Sama, Pak, semua orang juga nganter anak sekolah,” balas pengendara mobil yang merekam video.
“Iya anak saya mau ujian,” kata pengendara mobil pelawan arah lagi.
“Ini pelanggaran yang dibiasain begini terus, Pak. Nggak, saya nggak mau. Bapak antre sama yang lain, Pak. Anak saya juga mau sekolah,” kata pengendara mobil yang merekam video.
“Nah, udah salah ngotot. Muter, muter, muter,” ucap pengendara mobil yang merekam video.
Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan hal tersebut bisa menjadi contoh yang buruk bagi anaknya. Menurutnya, anak akan merekam hal tersebut dan melakukan pelanggaran yang sama seperti itu di masa depan.
“Jangan gampang berpikir dangkal, cari gampangnya, cari bangganya, pikirkan juga keselamatan orang lain. Mirisnya, mereka yang melanggar adalah orang tua, dan berisiko dicontoh oleh anak-anaknya,” kata Sony.