Pengeluaran yang sebelumnya mencapai Rp90.000 per hari kini turun menjadi sekitar Rp38.000. Penghematan ini sangat membantu keberlangsungan usaha.
“Penggunaan elpiji ini sangat membantu mengurangi biaya operasional harian,” kata Hendra.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini memaksa para sopir mencari solusi alternatif agar tetap bisa bertahan.
Pengalaman puluhan tahun, dia melihat penggunaan elpiji berpotensi menjadi tren baru di kalangan sopir angkot.