Selain bagian luar mobil, Dewangga turut memberikan sentuhan personalisasi di kabin yaitu mengubah warna jok mobil menjadi biru dan hitam agar sesuai dengan tema mobilnya. Personalisasi yang dilakukan Dewangga tidak hanya unik, tetapi juga menciptakan identitas tersendiri ketika sedang berkumpul bersama komunitasnya.
Sakura, pemilik mobil modifikasi Air ev lainnya memberikan ubahan pada tapak ban dengan konsep kendaraan harian.
“Air ev milik saya sebenarnya dipakai untuk keperluan antar jemput anak sekolah, terus saya modifikasi seperti mengganti tapak lebar ban. Jadi sekarang terkadang saya pakai untuk pulang pergi Cikarang-Bandung-Cikarang kalau saya sendiri atau berdua sama istri karena ubahan tapak ban itu menjadikan Air ev lebih proper tampilannya dan bermanfaat juga,” katanya.
Personalisasi fungsional yang Sakura lakukan mencakup penambahan roofbox agar dapat menyimpan lebih banyak barang. Selanjutnya, Sakura menambahkan ruang kompartemen di tengah yang juga memiliki fungsi sebagai sandaran tangan agar perjalanan terasa lebih nyaman dan santai. Tidak ketinggalan, penambahan port USB agar bisa mengisi daya ponsel.
Melalui semua kreasinya ini, Sakura merasa kesan Air ev sebagai mobil kecil yang hanya bisa dipakai di perkotaan, ternyata jadi bisa dipakai untuk perjalanan jarak jauh. “Karena ubahannya menjadikan Air ev jadi kendaraan yang lebih bermanfaat dan penambahan modifikasinya untuk sesuai kebutuhan,” ujar Sakura.