Dalam upayanya memperluas penggunaan Full Self-Driving di kawasan Eropa, Tesla dilaporkan menyampaikan proyeksi keselamatan yang dianggap terlalu optimistis kepada sejumlah regulator.
Reuters melaporkan manajer kebijakan Tesla, Ivan Komusanac, pernah mengirim surat elektronik kepada regulator Swedia yang menyebut FSD berpotensi menyelamatkan 32.000 nyawa dan mencegah 1,9 juta cedera.
Belakangan diketahui angka tersebut berasal dari simulasi berbasis data Amerika Serikat dengan asumsi seluruh kendaraan digantikan oleh Tesla yang menggunakan FSD.
Otoritas Transportasi Swedia pun menyatakan akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap data yang diajukan sebelum memberikan dukungan terhadap penggunaan teknologi tersebut.
Kontroversi ini menjadi tantangan baru bagi Tesla yang selama ini menjadikan teknologi Full Self-Driving sebagai salah satu senjata utama dalam persaingan kendaraan listrik global. Di tengah ambisi memperluas penggunaan sistem swakemudi, perusahaan dituntut membuktikan bahwa klaim keselamatan yang disampaikan benar-benar didukung data yang transparan dan dapat diverifikasi.