Sebab itu, pemerintah terus mengkaji insentif mobil hybrid demi menjangkau seluruh lini masyarakat. “Tadi (hari pertama IIMS) di depan Yaris Cross sempat ngobrol melihat konsumsi bahan bakar 1:31 kemudian emisinya juga lebih irit 50 persen dibandingkan dengan bensin. Jadi beliau sangat terkesan dan senang tadi sempat ngobrol juga mengenai insentif dan beliau meminta Pak Menko, Pak Airlangga segera mengkaji lebih lanjut,” kata Anton.
Dia optimistis insentif mobil hybrid bisa segera terealisasi. Ini bisa membuat perusahaan lebih gencar menghadirkan produk gabungan teknologi antara mesin pembakaran internal dengan motor penggerak dan baterai.
“Tadi saya juga dengar rekaman Pak Airlangga juga mengonfirmasi hal itu, memang diminta untuk mengkaji bahwa apapun produknya apakah itu EV, HEV yang bisa berkontribusi pada terdahap emisi yang kita harapkan bisa mendapat insentif atau support dari pemerintah,” ujarnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil hybrid di Indonesia pada 2023 mencapai 54.179 unit. Angka ini naik siginifikan dibandingkan 2022 yang hanya 10.344 unit.
Selain Toyota, produsen mobil yang memiliki varian mobil hybrid adalah Suzuki dan Wuling. Ada pula Nissan yang memiliki istilah lain e-power.