Febri menyatakan, kebijakan insentif tidak hanya penting bagi pelaku industri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai konsumen. Menurutnya, insentif akan menciptakan ruang bagi penurunan harga kendaraan, memperbaiki sentimen pasar, serta mempertahankan daya beli masyarakat.
"Walaupun Kemenperin belum merumuskan jenis, bentuk dan target insentif/stimulus, tapi usulannya akan mengarah ke segmen kelas menengah-bawah dan didasarkan pada nilai TKDN," ujarnya.
Gaikindo Serahkan Nasib ke Pemerintah
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah menyatakan pemerintah tak akan memberikan intensif untuk industri otomotif pada tahun depan. Ini membuat banyak pihak khawatir pasar akan semakin lesu dan berisiko meningkatkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menanggapi itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan seluruh anggota menyerahkan nasib industri otomotif pada pemerintah. Dia yakin pemerintah akan memberikan regulasi terbaik untuk mendorong penjualan mobil baru.
"Kita serahkan ke pemerintah apa yang terbaik buat kita, industri otomotif, penjualannya, dan lain sebagainya," kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada wartawan di Tangerang, belum lama ini.