Tanpa Insentif Penjualan Mobil Listrik Diprediksi Terjun Bebas, Sudah Terjadi di AS

Muhamad Fadli Ramadan
Lembaga survei J.D. Power memprediksi penjualan mobil listrik akan berjalan lambat tanpa ada insentif, seperti yang terjadi di AS. (Foto: Dok)

"Industri otomotif sedang mengalami kalibrasi ulang yang signifikan di segmen kendaraan listrik. Koreksi pasar kendaraan listrik baru-baru ini menggarisbawahi pelajaran penting: Konsumen lebih suka memiliki akses ke berbagai pilihan mesin," ujar analis data J.D. Power, Tyson Jominy.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia memberikan sejumlah insentif bagi mobil listrik. Tapi, mulai tahun depan insentif untuk mobil impor dihentikan. 

Ini dilakukan untuk memberi keadilan kepada produsen yang sudah berkomitmen sejak awal dengan membangun pabrik dan menciptakan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Adapun insentif mobil listrik di Indonesia saat ini meliputi pembebasan PPN untuk mobil dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen, yang membuat harga mobil listrik menjadi lebih terjangkau. Selain itu, pemerintah juga memberikan keistimewaan kendaraan bebas aturan lalu lintas ganjil genap.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Pabrik Komponen Otomotif di Indonesia Pindah ke Vietnam, Ribuan Karyawan Terancam PHK

57 tahun lalu

Komparasi BYD Atto 1, Geely EX2 dan Chery Q, Mana Paling Menarik serta Pas di Kantong?

57 tahun lalu

Viral Mobil BMW Listrik Hancur Diamuk Warga usai Tabrak Motor di Jakbar

57 tahun lalu

10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Mei 2026, Penjualan Anjlok Lebih dari 37 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal