JAKARTA, iNews.id - Tingginya biaya logistik masih menjadi tantangan besar bagi pelaku industri di Indonesia. Kondisi ini menuntut adanya strategi pengelolaan armada yang tepat, terutama di tengah ketidakstabilan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipengaruhi situasi global.
Isu tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi Logistik Makin Efisien: Strategi Mengelola Armada di Tengah Tekanan Biaya yang digelar Mitsubishi Fuso dalam ajang Giicomvec 2026. Berbagai faktor penyebab mahalnya biaya logistik di Indonesia diulas dalam forum ini.
Ketua Tim Substansi Angkutan Barang Umum Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adrian Tri Laksana, menyampaikan pemerintah menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam regulasi transportasi. Menurutnya, meski membutuhkan biaya besar, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menekan risiko kerusakan dan kecelakaan.
"Aturan batasan usia kendaraan maksimal 20 tahun, usia yang masih rasional dan relevan. Selain terkait keselamatan, ini mengurangi biaya tambahan terkait perawatan," kata Adrian.
Dia menjelaskan ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, yang mengatur standar teknis serta kelayakan operasional kendaraan di jalan.