Pada 1975, PT Alun mendirikan pabrik perakitan mobil Citroën di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Pada 1975-1985, Citroen dibawa kembali oleh para insinyur Prancis yang dipekerjakan di Proyek Pengembangan Bandara Cengkareng (Soekarno-Hatta).
Pada 1991, di Prancis Citroen diakuisisi Peugeot dan bergabung menjadi PSA Peugeot Citroen. Seiring dengan strategi bisnis dan kondisi pasar yang berubah, pada 1994 Citroen hengkang dari Indonesia dan meninggalkan pabriknya di Cakung, Jakarta Timur.
Pada 2016, PSA Peugeot Citroen berganti nama menjadi Groupe PSA (PSA Group) atau Stellantis. Di sini Citroen bertransformasi.
Kembali ke Indonesia
Di bawah naungan Stellantis Group, Citroen kembali masuk pasar Indonesia melalui Grup Indomobil pada 2022.
"Sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar dengan pengalaman, sumber daya, serta jaringan dealer tersebar di seluruh Indonesia, Grup Indomobil merasa dapat mengembangkan merek Citroen di Tanah Air," Chief Executive Officer (CEO) Citroen Indonesia, Tan Kim Piauw dalam Executive Lunch & Media Gathering Citroen di Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2024).