Tak hanya memamerkan desain ekstrem, ajang tahun ini juga menghadirkan pembaruan pada sejumlah kategori kompetisi. Penyesuaian aturan dilakukan pada kategori Culture dan Contest di kelas utama Black Auto Modify.
Sementara itu, arena Black Auto Dyno Test juga mendapat inovasi baru lewat hadirnya kelas bracket horsepower. Melalui kelas ini, semua jenis mobil bisa ikut bertanding tanpa dibatasi kapasitas mesin maupun konfigurasi tertentu.
Pengujian tenaga mesin tetap menggunakan Mainline Dynolog asal Australia untuk menjaga akurasi hasil dyno. Inovasi tersebut langsung memancing munculnya mobil-mobil dengan tenaga brutal yang jarang terlihat di jalan raya.
“Seri pertama ini banyak sekali mobil dengan tenaga kuda beringas, seperti Hilux dengan 654,9 HP, Mitsubishi Evo IX di angka 801,4 HP, dan Mitsubishi Evo IV yang menembus 1023,3 HP,” ujar Boy.
Selain adu performa mesin, kualitas pengerjaan modifikasi juga menjadi perhatian utama dalam kompetisi ini. Demi menjaga standar penilaian tetap objektif, Blackauto Battle kembali menggandeng APACT (Asia Pacific Car Tuning) sebagai asosiasi penjurian untuk kelas Black Auto Modify.