Raja Inggris Tak Akan Salahkan Pengemudi Mobil Otonom jika Terjadi Kecelakaan, Siapa Tanggung Jawab?

Wahyu Sibarani
Ilustrasi mobil otonom. (Foto: Ist)

Kondisi itu justru berbeda di negara-negara lain. Ambil contoh di Australia yang benar-benar akan menghukum pengemudi jika ketahuan tidak menaruh tangan mereka di palang kemudi mobil semi otonom.

Saat ini, kecelakaan yang melibatkan mobil otonom memang belum sampai pada jumlah yang besar. Hal itu terjadi karena populasinya yang masih sedikit.

Namun tingkat fatalitasnya sangat tinggi. Banyak korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil otonom.

Terbaru, General Motors (GM) terpaksa menghentikan produksi taksi otonom mereka, Cruise Robotaxi karena mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang fatal.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
Mobil
16 hari lalu

China Terapkan Standar Wajib Sistem Kemudi Otomatis mulai Juli 2026, Dorong Keamanan Mobil Pintar

Nasional
20 hari lalu

Prabowo Bertemu Raja Charles III di London, Bahas Konservasi Gajah

Nasional
23 hari lalu

Prabowo Tiba di London, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris

Internasional
2 bulan lalu

Kondisi Membaik, Jenis Kanker yang Diderita Raja Charles Masih Misterius

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal