Meski demikian, dia menilai proyeksi penjualan sekitar 800.000 unit tetap menunjukkan fundamental pasar otomotif Indonesia masih kuat. Angka tersebut dinilai cukup positif mengingat kondisi ekonomi global dan domestik yang masih penuh tantangan.
HMID pun mengaku tidak pesimistis menghadapi kondisi tersebut. Hyundai akan tetap menjalankan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan penjualan, mulai dari penyegaran lini produk, memperkuat kendaraan listrik (electric vehicle/EV), hingga menghadirkan program pembiayaan yang lebih fleksibel.
"Tantangan pasar pasti ada, namun fokus Hyundai adalah bagaimana kami tetap bisa memberikan stimulus ke pasar melalui produk yang sesuai kebutuhan konsumen dan program kepemilikan yang memudahkan mereka," katanya.
Frans menambahkan, industri otomotif juga harus lebih jeli membaca perubahan perilaku konsumen. Segmen kendaraan ramah lingkungan dan mobil keluarga diperkirakan masih menjadi penopang utama pertumbuhan penjualan dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan kinerja pasar otomotif nasional masih mencatat pertumbuhan pada semester pertama 2026. Penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 436.564 unit sepanjang Januari-Juni 2026, naik 15,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 336.707 unit.