Pasar Bekas Kendaraan Listrik Belum Terbentuk, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Muhamad Fadli Ramadan
Ilustrasi mobil listrik. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id– Pasar kendaraan bekas dianggap sebagai hal yang penting dalam sebuah perkembangan industri otomotif. Ini akan memberikan kenyamanan kepada konsumen yang hendak memboyong sebuah kendaraan.

Hal ini dianggap perlu apabila ingin kendaraan listrik berkembang lebih pesat di Indonesia. Mengingat saat ini masyarakat Tanah Air memikirkan harga jual kembali sebelum memboyong sebuah kendaraan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengakui bahwa belum terbentuknya pasar kendaraan listrik bekas menjadi salah satu penghambat. Untuk itu, dia ingin seluruh pihak dapat membantu mematangkan ekosistem tersebut.

“Soal second hand market (pasar mobil listrik bekas), hari ini saya kira masih belum ada. Jadi kita nggak tahu. EV ini bagus menurut saya dan juga penting, tapi ekosistemnya itu betul-betul harus kita matangkan,” kata Eddy di acara Electric Vehicle (EV) & Battery Conference di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Eddy mengungkapkan hal terpenting untuk kendaraan EV adalah ketersediaan SPKLU, layanan servis dan aftersales mobil listrik. Menurutnya, SPKLU dengan fitur fast charging akan mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke kendaraan listrik.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wuling Pastikan Aira EV Meluncur di GIIAS 2026, Harga di Bawah Rp200 Juta? 

57 tahun lalu

Bakal Panaskan GIIAS 2026, Ini Alasan Hyundai Boyong Ioniq 3

57 tahun lalu

Hyundai Siapkan Kejutan Mobil Listrik Prototipe 7-Seater di GIIAS 2026

57 tahun lalu

BAIC T1 Meluncur di Indonesia, Bidik 16 Persen Pasar Crossover EV

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal