Neta Stop Produksi Mobil di China, Gaji Karyawan Dipangkas

Muhamad Fadli Ramadan
Kabar mengejutkan datang dari pabrikan mobil listrik Neta yang menghentikan produksi mobil di China dan memangkas gaji karyawan. (Foto: Dok iNews)

Namun, volume penjualan mobilnya justru terus menurun di China. Dari Januari hingga September 2024, Neta hanya mengirimkaan 53.853 unit kendaraan di dalam negeri, kurang dari 30 persen dari target penjualan tahunan. 

Di sisi lain, kerugian bersih perusahaan induk Neta, Hozon Auto, meningkat dari tahun ke tahun di China. Kerugian bersihnya meningkat dari 4,84 miliar yuan (Rp10,66 triliun) pada 2021 menjadi 6,67 miliar yuan (Rp14,7 triliun) pada 2022, dan 6,87 miliar yuan (Rp15,14 triliun) pada 2023. 

Kendati secara keseluruhan penjualan mobil di China melambat, namun mereka punya harapan di pasar luar negeri. Neta telah memasuki beberapa pasar di Asia Tengah, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika Selatan serta berniat memasuki pasar Eropa. Bagaimana dengan di Indonesia? Belum ada keterangan resmi dari Neta Indonesia.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
13 jam lalu

VinFast Akhirnya Luncurkan Mobil Listrik Tujuh Penumpang VF MPV 7, Dirakit di Subang

Mobil
2 hari lalu

Mobil Listrik Mewah Volvo EX90 Mengaspal di Indonesia, Harga Tembus Rp2,5 Miliaran

Mobil
2 hari lalu

Chery Q Debut di Indonesian Idol, Alasannya Mengejutkan!

Mobil
2 hari lalu

Chery Q Dijual Rp200 Jutaan, Sudah Bisa Diorder Sekarang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal