Survei tersebut memiliki ukuran sampel 1,1 miliar pengguna, sekitar 20.000 dealer, dan penjualan kendaraan perkendaraan mencapai Rp60Juta.
Droom juga mengatakan bahwa penjualan mobil diesel di pasar bekas telah meningkat dari 35 persen pada 2015 menjadi 65 persen pada 2020. Salah satu alasannya karena kurangnya opsi mobil bertenaga diesel yang terjangkau di pasar mobil baru, berkat aturan emisi BS6.
Pada 2020, mobil India dan Jepang menguasai 55 persen dari pasar mobil bekas di India, dengan mobil merek Jerman memegang 18 persen saham, dan kendaraan Korea memegang pangsa 12 persen.