Mobil Listrik China Serbu Pasar Indonesia, Hyundai Berharap Tidak Terjadi Kanibalisme

Muhamad Fadli Ramadan
Kehadiran mobil listrik China diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kendaraan elektrifikasi (EV) di Indonesia, dan tidak terjadi kanibalisme. ((Foto: Fabrizio Bensch|REUTERS))

Sebagai informasi, pertumbuhan pasar mobil listrik di Indonesia mengalami peningkatan besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, mobil listrik hanya terjual sekitar 7.000-an unit. Pada 2022 naikt menjadi 10.000, dan pada 2023 mencapai 17.000 unit. 

"Januari sampai Mei (2024) itu sudah 7.000 unit. Jadi pasti ending mobil listrik di akhir tahun ini akan tembus 20-30 ribu unit, itu sudah pasti. Berarti kan lebih besar dari 17.000 yang di tahun lalu. Itu bagus," kata Frans.

Menurut Frans, persaingan harga sangat wajar dilakukan sebuah brand demi memikat konsumen. Tapi, dia meminta untuk tidak saling membunuh dengan mematikan pasar brand lain demi meraup keuntungan lebih besar.

"Jangan sampai kanibalisme. Kalau terjadi kanibalisme market itu enggak naik seperti waktu LCGC pertama kali muncul. Itu bisa langsung 1 juta. Harapannya jangan sampai saling memakan," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
6 jam lalu

Chery Siapkan City Car Listrik Murah Lawan Geely EX2 dan BinguoEV

Mobil
3 hari lalu

Penjualan Mobil 976.219 Unit, Hyundai Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi

Mobil
5 hari lalu

Kendaraan Listrik Bebas Pajak di Jakarta, AEML Ungkap Dampak Berantai

Mobil
5 hari lalu

Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition Meluncur di Indonesia, Intip Ubahannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal