Leapmotor Perkenalkan Teknologi Baterai Cell-to-Chassis, Apa Itu?

Muhammad Sukardi
Leapmotor menghadirkan baterai terbaru dengan inovasi yang bernama C2C. (Foto: Istimewa)

Tak hanya soal efisiensi, teknologi ini juga berdampak pada struktur kendaraan. Karena baterai menyatu dengan sasis, tingkat kekakuan bodi mobil meningkat. Dalam dunia otomotif, ini dikenal sebagai torsional rigidity atau faktor penting yang memengaruhi stabilitas saat berkendara.

Semakin kaku struktur kendaraan, semakin baik pula kontrol dan kenyamanan yang dirasakan pengemudi, terutama saat melaju di kecepatan tinggi atau bermanuver.

Selain itu, integrasi ini juga mendukung aspek keselamatan. Struktur yang lebih solid dapat membantu menyerap dan mendistribusikan energi benturan dengan lebih baik saat terjadi kecelakaan.

Teknologi C2C bukan sekadar konsep. Leapmotor sudah menerapkannya pada sejumlah model, seperti sedan listrik Leapmotor C01, SUV Leapmotor C11, hingga model terbaru Leapmotor C10.

Generasi terbaru teknologi ini, yang disebut C2C 2.0, bahkan dilengkapi sistem manajemen baterai pintar. Sistem tersebut mampu memantau kondisi baterai secara real-time untuk memastikan performa tetap optimal sekaligus menjaga keamanan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Leapmotor Tembus Million Club! Pendatang Baru Siap Guncang Industri Mobil Listrik Dunia

57 tahun lalu

Leapmotor Bakal Hadir di Indonesia Tahun Ini, Harganya Mulai dari Rp200 Jutaan!

57 tahun lalu

Tempat Penyimpanan Baterai EV Rentan Kebakaran, Tak Sembarangan Ruangan Dilapisi Cat Khusus

57 tahun lalu

Ada 58 Merek Motor Listrik tapi Baterai Berbeda-beda, Indonesia Belum Punya Standar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal