Tak hanya soal efisiensi, teknologi ini juga berdampak pada struktur kendaraan. Karena baterai menyatu dengan sasis, tingkat kekakuan bodi mobil meningkat. Dalam dunia otomotif, ini dikenal sebagai torsional rigidity atau faktor penting yang memengaruhi stabilitas saat berkendara.
Semakin kaku struktur kendaraan, semakin baik pula kontrol dan kenyamanan yang dirasakan pengemudi, terutama saat melaju di kecepatan tinggi atau bermanuver.
Selain itu, integrasi ini juga mendukung aspek keselamatan. Struktur yang lebih solid dapat membantu menyerap dan mendistribusikan energi benturan dengan lebih baik saat terjadi kecelakaan.
Teknologi C2C bukan sekadar konsep. Leapmotor sudah menerapkannya pada sejumlah model, seperti sedan listrik Leapmotor C01, SUV Leapmotor C11, hingga model terbaru Leapmotor C10.
Generasi terbaru teknologi ini, yang disebut C2C 2.0, bahkan dilengkapi sistem manajemen baterai pintar. Sistem tersebut mampu memantau kondisi baterai secara real-time untuk memastikan performa tetap optimal sekaligus menjaga keamanan.