Selain itu, integrasi ini juga mendukung aspek keselamatan. Struktur yang lebih solid dapat membantu menyerap dan mendistribusikan energi benturan dengan lebih baik saat terjadi kecelakaan.
Teknologi C2C bukan sekadar konsep. Leapmotor sudah menerapkannya pada sejumlah model, seperti sedan listrik Leapmotor C01, SUV Leapmotor C11, hingga model terbaru Leapmotor C10.
Generasi terbaru teknologi ini, yang disebut C2C 2.0, bahkan dilengkapi sistem manajemen baterai pintar. Sistem tersebut mampu memantau kondisi baterai secara real-time untuk memastikan performa tetap optimal sekaligus menjaga keamanan.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Leapmotor juga menggandeng Stellantis, grup otomotif besar yang menaungi berbagai merek global. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat distribusi sekaligus pengembangan teknologi kendaraan listrik ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di dalam negeri sendiri, kehadiran merek ini berada di bawah naungan Indomobil Group melalui anak usahanya sebagai distributor resmi.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, inovasi seperti Cell-to-Chassis menjadi kunci penting dalam evolusi mobil listrik. Teknologi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga membuka peluang desain kendaraan yang lebih ringan, aman, dan bertenaga.
Bagi konsumen, perkembangan ini menjadi kabar baik. Mobil listrik ke depan tidak hanya semakin hemat energi, tetapi juga lebih nyaman dan aman digunakan dalam berbagai kondisi.