Dari sisi struktur, teknologi Cell-to-Body (CTB) mengintegrasikan baterai langsung ke dalam bodi kendaraan. Desain ini meningkatkan kekakuan torsional, mendukung presisi kemudi, sekaligus memperkuat perlindungan saat terjadi benturan frontal maupun side pole impact.
"Untuk mendukung manuver, e3 Platform dibekali Independent Rear Wheel Steering. Sistem ini membantu memperkecil turning radius pada kecepatan rendah dan meningkatkan stabilitas saat kendaraan melaju kencang atau berpindah jalur," katanya.
Seluruh performa tersebut dikontrol oleh Vehicle Motion Control yang memantau kondisi kendaraan secara real-time. Sistem ini mengoordinasikan distribusi tenaga dan pengereman agar stabilitas dan keselamatan tetap terjaga.
"Ini bukan sekadar rangka besi biasa, tapi otak dan otot yang bikin mobil bisa melakukan hal-hal mind-blowing yang dulu cuma ada di film sci-fi bermanuver ala kepiting (crab walk)," ujar Bobby.
Dari sisi kecerdasan, e3 Platform dilengkapi Intelligent Driving dengan 33 sensor dan dua LiDAR. Teknologi ini memungkinkan fitur seperti Compass Turning hingga Narrow Road Parking, serta pengaturan drifting motor belakang sesuai preferensi pengemudi.
Arsitektur e4 Platform
Pengembangan arsitektur kendaraan listrik BYD juga berlanjut melalui e4 Platform yang berfokus pada performa ekstrem berpresisi tinggi. Platform ini direpresentasikan oleh Yangwang U9 yang sebelumnya hadir sebagai unit display di Indonesia.
Keunggulan e4 Platform ada pada konfigurasi empat motor listrik independen atau quad motor. Setiap roda dikontrol secara individual, menghasilkan distribusi tenaga yang sangat presisi serta akselerasi luar biasa cepat tanpa mengorbankan stabilitas.