Bagaimana cara kerjanya? Head of Product PT BYD Motor Indonesia Bobby Bharata menjelaskan, sistem ini bekerja melalui tiga tahapan utama, yaitu Perception Layer, Decision Layer, dan Execution Layer.
Pada Perception Layer, berbagai sensor canggih seperti acceleration sensor dan ride height sensor terus-menerus memantau perubahan kondisi jalan, kecepatan, serta gaya yang memengaruhi kendaraan. Setiap data dan informasi yang ditangkap menciptakan peta real-time atas situasi aktual di jalan dan kondisi kendaraan, memastikan sistem selalu waspada terhadap setiap tantangan dan perubahan.
"Decision Layer menjadi pusat otak sistem ini. Semua data yang telah dikumpulkan masuk ke DiSus Intelligent Computing Center. Proses komputasi yang sangat cepat dan presisi memastikan interpretasi setiap perubahan dilakukan secara otomatis," kata Bobby.
Pada proses ini, lanjut dia, sistem mampu memahami nuansa gaya berkendara, mengantisipasi kejutan permukaan jalan, hingga menyesuaikan respons terhadap gerakan bodi. Tahapan akhir adalah Execution Layer, di mana hasil keputusan tersebut diwujudkan secara nyata melalui electronically controlled damper.
Mekanisme ini mengatur tingkat redaman suspensi secara terus-menerus, mengikuti instruksi dari komputasi cerdas, sehingga setiap roda kendaraan mampu beradaptasi secara mandiri dan dinamis sesuai kebutuhan situasi jalan atau manuver pengemudi.