“Blind spot terjadi pada objek-objek yang tidak terlihat di dekatnya. Karena jangkauan pandangan pengemudi terbatas akibat mobil yang tinggi dan besar,” kata Sony Susmana, Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).
Sony menjelaskan truk memiliki empat titik buta yang perlu dihindari oleh kendaraan kecil. Area tersebut berada di depan, belakang, serta tepat di sisi kanan dan kiri truk.
“Patokan area blind spot itu gampang. Kalau kita masih melihat sopir di kaca spion truk, artinya kita masih terlihat sama sopir. Kalau tidak, sebaiknya menghindar,” ujarnya.
Namun, dalam kasus ini sopir truk diduga mengendarai kendaraan dalam kondisi mabuk. Sopir berusaha melarikan diri namun berhasil ditangkap dan diamuk massa.
Akibat kejadian ini sopir truk kritis dilarikan ke rumah sakit. Adapun korban tertabrak tercatat 1 tewa dan 3 orang terluka dirawat di rumah sakit. Polisi juga mengumumkan apabila ada korban lain untuk dilaporkan.