Kadin Tegaskan Impor 105.000 Pikap dari India Ancam Industri Otomotif

Muhammad Sukardi
Model Pikap Mahindra yang kontroversial. (Foto: Youtube)

JAKARTA, iNews.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai impor kendaraan dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) seperti rencana impor 105.000 pikap untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berisiko melemahkan ekosistem otomotif nasional, khususnya industri komponen. 

Padahal, komponen seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi hingga sistem elektronik menjadi tulang punggung rantai pasok industri kendaraan.

"Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin, Minggu (22/2/2026).

"Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, maka industri komponen nasional ikut tertekan dan agenda hilirisasi serta industrialisasi dapat melemah," tambahnya.

Wakil Ketua Umum Kadin (WKU) Bidang Industri Saleh Husin. (Foto: Youtube)

Saleh bahkan menegaskan, "Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh."

Karenanya, Kadin Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto membatalkan kebijakan tersebut karena dinilai berpotensi memukul industri otomotif nasional yang tengah tumbuh.

Nilai impor yang mencapai Rp24,66 triliun itu dianggap kontraproduktif dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi yang selama ini digaungkan pemerintah.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
9 jam lalu

Kadin Minta Presiden Batalkan Rencana Impor 105.000 Unit Pikap dari India

Mobil
1 hari lalu

Gaikindo Bingung Indonesia Impor 105.000 Mobil dari India, Padahal Ada 7 Pabrik Kendaraan Niaga di Dalam Negeri

Nasional
2 hari lalu

Mobil India Tata dan Mahindra Tepuk Tangan Dapat Order 105.000 Unit dari Indonesia, Industri Nasional Nangis

Nasional
2 hari lalu

Indonesia Borong 105.000 Pikap India untuk Operasional Kopdes Merah Putih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal